KEMACETAN JAKARTA TERATASI

Sunday, January 24th, 2021 - COVID 19, TRENDING

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, Jakarta tidak masuk dalam daftar kota terpadat di dunia karena laporan terbaru menyebutkan bahwa kota ini menunjukkan peningkatan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas. Indeks Lalu Lintas TomTom 2020, sebuah laporan tahunan yang diterbitkan oleh perusahaan teknologi lokasi Belanda, TomTom, menempatkan ibu kota Indonesia sebagai kota terpadat ke-37 di dunia. Kota ini menempati peringkat ke-10 dalam laporan tahun 2019. Indeks tersebut menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kemacetan di Jakarta adalah 36 persen pada 2020, turun dari 53 persen pada tahun sebelumnya. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dengan sigap memaparkan hasil capaian upaya Pemprov DKI Jakarta mengatasi kemacetan. Ia mengklaim, Pemprov telah menempuh beberapa langkah untuk mengatasi masalah lalu lintas tersebut, termasuk integrasi sistem transportasi umum melalui program JakLingko.

Tetapi data TomTom menunjukkan bahwa pembatasan COVID-19 memainkan peran lebih besar dalam mengurangi lalu lintas di ibu kota. Menurut TomTom, tingkat kemacetan turun secara signifikan sekitar pertengahan Maret, tak lama setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi kasus COVID-19 pertama di Jakarta. Saat itu, pemerintah dan pemerintah kota sudah mulai mendorong masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah guna mengurangi risiko penularan virus corona di ibu kota. Bulan paling padat di Jakarta pada tahun 2020 adalah April, bertepatan dengan fase pertama pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diberlakukan oleh pihak berwenang. TomTom mencatat, rata-rata tingkat kemacetan mencapai 11 persen selama periode PSBB pertama.

KEMACETAN JAKARTA TERATASI | admin | 4.5